Islamisasi Pengetahuan dengan Metode Semantik

Sistem pendidikan umat islam dewasa ini masih memiliki pola yang terdikotomikan kepada sistem tradisional (Islam) dan modern (sekuler). Akibat dari adanya system pendidikan yang dikotomis ini lahirlah pribadi – pribadi yang memiliki standar moral ganda. Misalnya, seorang muslim yang taat beribadah, pada saat yang sama melakukan korupsi, menindas orang lain, dan melakukan perbuatan – perbuataan tercela. Untuk mengatasi hal ini, anak didik harus diberikan pelajaran al-Qur’an melalui metode-metode yang memungkinkan al-Qur’an itu bukan sekedar sebagai sumber inspirasi, tetapi juga sebagai sumber rujukan tertinggi untuk memecahkan masalah – masalah dalam kehidupan sehari – hari yang semakin kompleks dan menantang. Cara mengatasi hal ini perlu juga dilakukan dengan mengajarkan disiplin – disiplin ilmu Islam secara historis, kritis, dan holistic kepada anak didik, salah satunya adalah metode islamisasi ilmu pengetahuan. Metode islamisasi ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh al-Attas dengan menggunakan metode semantik, yaitu suatu metode analisis terhadap terma-terma kunci dari suatu bahasa-dalam hal ini adalah bahasa arab dan Islam sebagai upaya menangkap secara konseptual worldview. Al-Attas merasa gelisah terhadap umat islam yang lebih suka mengadopsi dan menggunakan bahasa asing-barat untuk mengungkapkan konsep- konsep dalam pemikiran Islam. Implementasi dari metode semantic ini dilakukan di dalam proses belajar mengajar di dalam sekolah. Pola bahasa pendidikan kita yang cenderung pada bahasa serapan bahasa asing-barat untuk menjelaskan konsep-konsep ilmu, ilmu Pengetahuan Alam maupun ilmu social untuk mengubah dengan bahasa arab dan Islam. Bahasa menentukan pada sebuah identitas diri, bahasa menetukan pada cara pandang, bahasa menentukan sikap hidup.


Komentar :

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar


    [Emoticon]

Kategori

Artikel Popular

Pengunjung

    1750

Inspirasi

" Ketika Visi sudah jelas, maka tujuan akan menjadi menjadi pasti, dengan kepastian tujuan, maka jalan (yang akan ditempuh pun) menjadi jelas"

Link Partner

Komentar Terbaru